Halaman Depan Halaman Tentang Kami Link-link website Forum Diskusi Online Halaman Kontak Kami
:: INFORMASI ::
BeritaKabar Daerah
Informasi/Data
Media & PublikasiOpini & ArtikelDatabase
:: Mailing List ::
Bergabung dengan mailing list Berita Bumi


:: NewsLeter ::
Berlangganan newsletter Berita Bumi


:: Links ::

 Cari
Kabar Daerah » Siswa SD di Bogor Berpartisipasi Kurangi Risiko Banjir
 

Siswa SD di Bogor Berpartisipasi Kurangi Risiko Banjir

Evi Indraswati - 05 May 2009

Pagi itu, tampak sekelompok siswa bergerombol di depan sekolah SD Sempur Kidul. Mereka bersiap untuk melakukan pengamatan dalam mengenali Sungai Ciliwung di depan  sekolahnya. Lalu mencatat setiap tempat yang aman dan rentan untuk bencana banjir dan longsor. Bahkan mereka bersama-sama membuat peta sekolah dan peta lokasi sekitar DAS di sekitar sekolah.

 

Dari peta tersebut, mereka memberikan tanda bangunan dan melakukan penamaan lokasi di sekitar DAS Ciliwung. Dalam pemetaan itu juga mereka mengenali mana daerah yang rentan dan berbahaya apabila terjadi banjir di lingkungan sekolah.

 

Kegiatan itu telah berlangsung pada tanggal 17,18, 30 April di enam SD yang berlokasi di Kecamatan Bogor Timur [ 3 SD] dan Bogor Tengah [3 SD]. Selama enam bulan, dari Februari hingga Juni 2009, anak-anak sekolah dasar yang terdiri dari SD Sempur Kidul, Sempur Kaler, Kampung Rambutan, Katulampa 1, Katulampa 2, dan Katulampa 3 ikut melaksanakan program School Based Disaster Risk Reduction [SB-DRR] atau Program Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Sekolah.

 

Program ini dilakukan oleh Pusat Informasi Lingkungan Indonesia [Pili- Green Network] sebagai salah satu organisasi non pemerintah lingkungan yang ada di Bogor bekerjasama dengan Plan International. Keenam SD tersebut berlokasi di sekitar DAS Sungai Ciliwung yang rentan akan bahaya banjir dan longsor.

 

SB-DRR yang dilakukan di enam sekolah di Bogor, merupakan program partisipasi siswa untuk lebih berperan dalam pengurangan risiko bencana di DAS Ciliwung yang berdekatan dengan lokasi sekolah maupun tempat tinggal siswa. Selain itu, kegiatan yang dijalankan lebih ditekankan dalam pendidikan lingkungan hidup [PLH] di sekolah masing-masing dan terintegrasi dalam kurikulum muatan lokal yang diwajibakan di setiap sekolah.

 

Program ini akan berkolaborasi dengan sejumlah SD yang ada di Jakarta (sekitar DAS Sungai Ciliwung juga), dampingan dari Yayasan Tanggul Bencana Indonesia [YTBI] dan Plan International.

 

Tidak Mudah Mencintai

 

Mencintai lingkungan dan menyadari pentingnya lingkungan adalah suatu hal yang tidak mudah. Apalagi buat siswa sekolah yang kesehariannya kurang paham dengan nilai kontekstual antara pelajaran di sekolah dengan kesehariannya. Misalnya saja mengenali kondisi sungai yang setiap hari mereka lewati saat akan menuju sekolah. Atau sekolah yang di sekelilingnya dilewati oleh aliran sungai. Fakta banyaknya sampah di sungai kerapkali ditemui sepanjang aliran Sungai Ciliwung. Sementara itu ada juga ancaman banjir dan longsornya tebing sungai bisa terjadi kapan saja.

 

“Meski kami sudah ada pegangan kurikulum untuk PLH di sekolah, namun pelaksanaannya masih sulit karena kami belum banyak berpengalaman”, kata ibu Tini, Wali Kelas IV SD Kampung Rambutan, Bogor.

 

Untuk itu pengenalan daerah DAS sekitar sekolah cukup penting. Selain bisa membantu siswa dalam mencintai lingkungan dan bisa ikut menjaga kelestarian lingkungan sungai sekitar sekolah. Dalam hal ini ada nilai tambah yang bisa bermanfaat, yaitu siswa bisa dan paham untuk bersiap siaga jika sewaktu-waktu akan ada banjir maupun longsor di sungai dekat sekolahnya.

 

“Apalagi agak sulit membicarakan bencana di Bogor, karena meski rentan dengan bencana, Bogor sendiri jarang terjadi banjir,” tambah Adam Supriatna,  Koordinator SB-DRR PILI.

 

Selain mengenali kondisi lingkungan sungai sekitar, mereka juga diajak untuk membuat denah lokasi dan bangunan di sekitar sekolahnya. Manfaatnya adalah memetakan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana banjir atau longsor mereka bisa mencari tempat yang aman dan mengurangi risiko korban.

 

Tak hanya itu, mereka juga diajak untuk lebih memahami pentingnya sungai dan menjaga sungai. Sehingga menanam pohon yang tepat dan bagaimana merawat pohon yang baik bisa mereka praktikkan sebagai salah satu usaha untuk menyelamatkan lingkungan serta mengurangi risiko bencana di kemudian hari. 

 

Kegiatan ini terhubung juga dengan usaha mengurangi pemanasan global yang sedang dilakukan di negara-negara  di dunia. Bagaimana menyelamatkan lingkungan kita dengan banyak menanam pohon untuk mengurangi polusi dan sampah plastik serta tidak membuangnya ke sungai dekat sekolah, tergambar jelas dalam aktivitas tersebut.

 

Harapannya, kegiatan ini akan bisa bermanfaat bagi siswa dalam menyuarakan perannya untuk ikut menyelamatkan lingkungan dan terlebih lagi akan terlihat sebagai aksi nyata dalam aksi pengurangan bencana di sekitar sekolah.

 

 

 

Komentar Anda
Tidak ada komentar hari ini

Posting Komentar Anda
Nama Lengkap :
Alamat Email :
Komentar :

 

Disclaimer | Term Of Services

Copyright © 2007 KONPHALINDO™ All Rights Reserved
Designed by Internet Media Solutions