Peningkatan Suhu Akibatkan Pemutihan dan Matinya Terumbu Karang di Indonesia 18 Aug 2010 Hasil studi lapang Wildlife Conservation Society (WCS) 16 Agustus 2010 menunjukkan bahwa peningkatan suhu permukaan di perairan Indonesia secara dramatis telah mengakibatkan peristiwa pemutihan (bleaching) besar-besaran dan telah menghancurkan populasi karang.
Kiara: Sail Banda 2010, Pencitraan Tutupi Salah Urus Pembangunan 05 Aug 2010 Sail Banda 2010 adalah bentuk pencitraan yang dilakukan oleh pemerintah untuk menutupi pelbagai borok salah urus pembangunan yang telah dijalankan. Seharusnya pemerintah lebih mengutamakan penanganan pencurian ikan ilegal di wilayah Indonesia terutama bagian timur yang tinggi.
Para Pihak anggota Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati (United Nations Convention on Biological Diversity - CBD) akhirnya mulai membahas teks draf protokol akses dan pembagian keuntungan (ABS) di Montreal pada tanggal 10 Juli, setelah lebih dari lima tahun perundingan dan perdebatan berlangsung berlarut-larut. Demikian menurut Chee Yoke Ling dari Third World Network (TWN) dalam laporannya yang dimuat di media SUN, 13 Juli lalu.
Masyarakat adat Lamalera di Nusa Tenggara Timur khawatir tradisi penangkapan ikan paus secara tradisional hilang ketika isu Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP3) dan konservasi laut yang dideklarasikan di Manado tahun lalu. Kampung Lamalera sudah dikenal dunia dengan tradisi penangkapan ikan paus yang telah menyatu dengan kebiasaan tradisi masyarakat adat Lamalera.
Program penanaman 1 milyar pohon yang dicanangkan Pemerintah Indonesia harus memanfaatkan jenis tanaman lokal atau daerah setempat. Jangan sampai program ini menanam jenis pohon sembarangan dari daerah lain.
Sancaya Rini: Lestarikan Keanekaragaman Hayati dengan Batik Warna Alami 22 May 2010 Mencintai dan melestarikan kekayaan keanekaragaman hayati (Kehati) dapat dilakukan dengan memanfaatkannya dan menghasilkan karya seni indah yang bernilai ekonomis seperti batik. Karya seni tradisional Indonesia yang saat ini telah mendapat pengakuan dari Lembaga kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh Indonesia.
Penerbitan visi Uni Eropa baru-baru ini dan target untuk mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati setelah 2010 menyarankan bahwa Uni Eropa memperluas kepemimpinan lingkungan keluar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Namun, pada kenyataannya baru-baru ini Uni Eropa meresmikan kentang Amflora, organisme rekayasa genetika pertama (GMO) yang disetujui di Eropa selama 12 tahun, kesungguhan dan integritas janji-janji ekologi yang telah dibuat bisa secara kritis dipertanyakan.
Pada 2010, Tahun Internasional Keanekaragaman Hayati, pemimpin dunia tidak hanya gagal mencegah dan mengurangi tingkat kehilangan keanekaragaman hayati, tapi keanekaragaman hayati masih saja hilang secepat biasanya, dan kita baru membuat kemajuan kecil dalam mengurangi tekanan pada spesies, habitat dan ekosistem.
Sesi-9 Kelompok Kerja Ad Hoc tentang Akses dan Pembagian Manfaat di bawah Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity - CBD) mengadakan pertemuan di Cali, Colombia, 22-28 Maret. Para Pihak telah bekerja keras untuk menyusun perjanjian guna mencegah Biopiracy dan menjamin pembagian manfaat dari penggunaan keanekaragaman hayati secara adil dan merata.
Pemerintah: UU 27 2007 Atasi Tumpang Tindih Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil 08 Apr 2010 Pemerintah menyusun Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil untuk mengintegrasikan berbagai perencanaan sektoral, mengatasi tumpang tindih pengelolaan, konflik pemanfaatan dan kewenangan, serta memberikan kepastian hukum.
Penjualan Pulau Berarti Serahkan Kedaulatan Republik Indonesia Kepada Pemilik Modal 08 Feb 2010 Rencana Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjual 12 pulau di Kabupaten Selayar adalah kebijakan yang keliru. Dengan memberikan hak pengelolaan pulau kepada investor, sama artinya Pemerintah menyerahkan kedaulatan Republik Indonesia kepada para tuan pemilik modal.
Koalisi Tolak HP3 Ajukan Uji Materi UU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil 13 Jan 2010 Koalisi Tolak Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP3) mengajukan uji materi (judicial review) terhadap UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWP3K) pada Mahkamah Konstitusi di Jakarta (13/1). Mereka yang terdiri dari nelayan, petambak, organisasi non pemerintah dan masyarakat sipil meminta Mahkamah Konstitusi melakukan pembatalan atas 8 pasal dalam UU No. 27 Tahun 2007 karena bertentangan dengan Konstitusi UUD 1945.
Birdlife: Copenhagen Accord Jauh untuk Perlindungan Rakyat dan Ekosistem 05 Jan 2010 Substansi Copenhagen Accord masih kurang dan jauh dari apa yang dibutuhkan untuk melindungi negara, rakyat dan ekosistem yang paling berisiko dari dampak perubahan iklim. Meski Copenhagen Accordmengakui dampak perubahan iklim pada negara-negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, dan menekankan kebutuhan untuk membangun program adaptasi yang komprehensif termasuk dukungan internasional. Namun hal ini perlu ditingkatkan dan dibangun dengan segera dalam kesepakatan akhir.
Hasil refleksi akhir tahun 2009 dan Proyeksi 2010 Kelautan dan Perikanan oleh Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menunjukkan bahwa Indonesia masih saja mengingkari kodratnya sebagai negara kepulauan hingga berakhirnya kalender 2009. Kiara mencatat bahwa dari Pilpres 2009 nampak perspektif ketiga capres menyangkut aspek ekonomi dan lingkungan hidup masih bias darat.
Untuk mengatasi bermacam persoalan sarana produksi pertanian, petani yang tergabung dalam Aliansi Petani Indonesia (API) berupaya untuk meningkatkan pengetahuannya terkait benih, pupuk dan pestisida melalui Pelatihan Penyilangan Benih di Desa Kalensari, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang berlangsung pada 11-17 Juli 2009.
Aktivis yang tergabung dalam Kelompok Peduli Manggarai (KPM) menolak segala aktivitas yang merusak Taman Nasional Komodo. Saat ini menurut KPM, aktivitas yang dapat merusak taman nasional yang telah diusulkan menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia ini adalah tambang emas.
Yayasan Keanekaragaman Hayati(Kehati) bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks SRI-Kehati pada 8 Juni 2009. Indeks saham berbasis lingkungan hidup yang kedua setelah hadir di negara maju itu berpedoman pada sustainable and responsible investment (SRI).
Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati Indonesia) kembali memberikan penghargaan kepada sejumlah orang atau kelompok yang berperan aktif dalam pelestarian keanekaragaman hayati pada 2009 di Gedung Perfilman Usmar Ismail Jakarta, Selasa (26/5). Penghargaan yang disebut sebagai Kehati Award merupakan penganugerahan tertinggi kepada para pelestari keanekaragaman hayati Indonesia.
Saat ini kondisi keanekaragaman hayati dalam keadaan terancam akibat dampak perubahan iklim. Dunia internasional juga telah menyadarinya. Perhatian dunia pada kondisi keanekaragaman hayati meningkat sejak Konferensi Perubahan Iklim di Denpasar, Bali 2007 lalu. Bahkan Konferensi Kelautan Dunia di Manado kemarin juga mempunyai tugas untuk menjaga keanekaragaman hayati.