Seribu Rupiah Untuk Pendidikan Anak-Anak Korban Lumpur Lapindo Diluncurkan 09 Jul 2010 Gerakan seribu rupiah untuk pendidikan anak-anak korban lumpur Lapindo diluncurkan di Jakarta 8 Juli 2010. Gerakan ini merupakan gerakan untuk mengingatkan masyarakat luas adanya kejadian lingkungan besar akibat kegiatan korporasi yang dekat dari jantung kekuasaan negeri ini tapi negara terus melakukan pembiaran. Kejadian lingkungan besar ini telah mengakibatkan penderitaan masyarakat karena kehilangan pendidikan, masa depan, tempat tinggal, mata pencaharian, sawah dan sebagainya.
Empat Tahun Semburan Lumpur Lapindo, Masyarakat Korban Masih Menderita 19 May 2010 Di bawah terik matahari, sekitar pukul 11.00 WIB, sekelompok massa mulai berjalan melewati jalan protokol Ibukota Jakarta dari Tugu Kujang menuju depan Istana Negara, Jakarta Pusat (19/5). Dengan perlahan namun pasti, sekitar 20 orang dengan aksi treatrikalnya ini terus berjalan sambil sesekali menunjukkan aksi jatuh bangun di antara kedua pelaku yang terikat tangannya dengan tali.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak Pemerintah segera mengambil tindakan cepat, tepat dan menyeluruh dalam penanganan puluhan ton limbah minyak hitam yang berasal dari kapal tanker yang mencemari pesisir pantai di kawasan Tanjung Bemban, Kecamatan Batu Besar, Batam, Kepulauan Riau.
Dalam waktu dekat Tim SAR akan menarik diri dari aktifitas pencarian korban gempa di Padang. Tim SAR akan mengalihkan pencarian korban ke sebelah Timur, Utara, Selatan Kota Padang. Sedangkan tenaga medis masih akan melanjutkan kegiatan kesehatan bagi korban bencana.
Tertahan, Distribusi Bantuan Korban Gempa Padang Belum Lancar 06 Oct 2009 Gempa berkekuatan 7,6 skala richter yang melanda Sumatera Barat dan sekitarnya pada 30 September lalu telah menelan ratusan korban meninggal, belum diketahui nasibnya, dan mengalami luka berat maupun ringan serta ribuan kerusakan infrastruktur beserta lingkungan. Hingga saat ini distribusi bantuan pun belum merata karena terkendala proses pengiriman yang lambat melalui jalur darat dan kepastian pendataan korban.
Hingga saat ini korban gempa di kawasan selatan Jawa (2/9) masih membutuhkan banyak bantuan. Di antaranya dalam bentuk makanan, layanan kesehatan, pakaian dan dana perbaikan rumah.
Krisis ekologis yang bermuara pada perubahan iklim hari ini lebih disebabkan oleh derajat eksploitasi berlebihan dari negara-negara industri tanpa mengindahkan prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan hidup dan kelangsungan hidup umat manusia. Potret ini akan kembali terulang jika pemerintah gagal berdiplomasi menyelamatkan laut dan nelayan tradisionalnya dalam konferensi kelautan dunia (World Ocean Conference-WOC) yang akan digelar di Menado, Sulawesi Utara, 11-15 Mei 2009.
Hasil analisis Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) Sabtu kemarin (28/3) menunjukkan adanya pelanggaran tata ruang dalam tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung 27 Maret dinihari lalu.
Waspada Banjir dan Hujan Deras Satu Minggu Ke Depan 09 Feb 2009 Data Pusat Meteorologi, Badan Meteorologi dan Geofisika (9/2), menunjukkahujan deras, petir dan angin kencang masih perlu diwaspadai hingga satu minggu ke depan.
Pada dasarnya tidak ada target absolut dalam membangun kesiap-siagaan nasional, karena kesiap-siagaan masyarakat bersama aparat untuk penanggulangan bencana merupakan upaya yang terus menerus dilakukan dan tidak akan berhenti.
Untuk melahirkan dokumen RAD-PRB NTT, yang pertama dibutuhkan adalah peta ancaman dan kerentanan. Untuk kebutuhan ini, pihak PMPB-NTT yang didukung Oxfam GB, telah bekerjasama dengan Pemerintah NTT untuk membuat peta ancaman, kerentanan dan risiko atau peta bencana di NTT. Peta ini akan dilengkapi dengan sejarah dan intensitas bencana di NTT berdasarkan jenis bencana.
Sejak UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dikeluarkan, yang diikuti dengan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana, diharapkan di masing-masing daerah baik provinsi maupun kabupaten dan kota, menyikapinya dengan menyusun rencana aksi daerah (RAD).
Semua janji pada masyarakat korban lumpur lapindo tidak ada bukti nyatanya. PT Lapindo hanya memberikan jatah makan nasi bungkus, itupun sudah dihentikan. Selama ini perusahaan tersebut mengatakan jatah makan itu sebagai bantuan pada korban, padahal menurut warga tindakan tersebut merupakan tanggungjawab perusahaan sebagai pelaku pengeboran minyak yang bocor dan menimbulkan luapan lumpur.
Longsor yang terjadi di sekitar areal tambang emas PT Freeport Indonesia di Mimika, Provinsi Papua, Senin (5/5) malam tak semata-mata karena kawasan tersebut terjal ataupun karena timpaan hujan deras. Tetapi ini bukti bahwa daya dukung kawasan tersebut tak mampu menanggung beban kerusakan lingkungan karena penambangan PT FI. Demikian siaran pers Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) pada 9 Mei.
Dalam beberapa dekade terakhir, bencana hampir terjadi di mana-mana baik konteks internasional, nasional maupun regional dan lokal. Korban berjatuhan dan kerusakan fisik pun terbilang sangat luar biasa. Itu berarti aset penghidupan masyarakat dan daerah semakin terganggu.
Wilayah NTT dilihat dari segi karakteristik wilayah, sangat rentan bencana. Fakta telah membuktikan sejak tahun 1992 hingga sekarang ini wilayah NTT selalu dilanda bencana baik dalam skala kecil, sedang dan besar.
Kajian ilmiah untuk siaga bencana LIPI meningkat 13 Nov 2007 Kontribusi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di kancah internasional, terutama yang berkaitan dengan siaga bencana makin meningkat dan meluas. Hal ini dimulai sejak terjadinya gempa dan tsunami dahsyat di Aceh dan Samudera Hindia 2004.
Radio komunitas untuk suarakan korban lu 12 Nov 2007 Komunitas Utan Kayu (KUK) melalui Kantor Berita Radio (KBR) 68H Jakarta, akan membangun radio komunitas untuk pengungsi korban lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.