Halaman Depan Halaman Tentang Kami Link-link website Forum Diskusi Online Halaman Kontak Kami
:: INFORMASI ::
BeritaKabar Daerah
Informasi/Data
Media & PublikasiOpini & ArtikelDatabase
:: Mailing List ::
Bergabung dengan mailing list Berita Bumi


:: NewsLeter ::
Berlangganan newsletter Berita Bumi


:: Links ::

 Cari

Media

  • Seri Ekopolitik
    • Dampak Potensial Transgenik terhadap Sosial-Ekonomi, Budaya dan Etika
      Pertimbangan sosial-ekonomi dan budaya yang terkait dengan penggunaan dan pelepasan organisme hasil modifikasi genetika (genetically modified organisms/transgeniks) cenderung mendapat sedikit perhatian dibandingkan ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Kecenderungan ini menandakan, perdebatan dalam kecukupan penggunaan dan pelepasan transgenik adalah soal ilmiah-teknis.
  • Daftar Buku
    • Lumbung Pangan: Menata Ulang Kebijakan Pangan
      Benarkah kerawanan pangan hanya disebabkan oleh perubahan iklim dan kurangnya bahan makanan? Benarkah pemerintah telah mengambil langkah terbaik dalam menangani masalah pangan rakyatnya? Lalu mengapa bencana ini bisa terjadi di negeri kaya dimana ada istilah “tongkat pun bila ditancapkan akan tumbuh jadi pohon”? Atau mungkin ada pepatah yang lebih tepat untuk kondisi Indonesia sekarang ini, “ayam mati di lumbung padi”!
    • Rekayasa Genetik: Impian atau Petaka
      Di tengah-tengah propaganda korporasi dan kampanye disinformasi serta penekanan informasi yang dibantu serta ditingkatkan oleh lembaga akademik tersebut, penulis sebagai guru besar Genetika sejak 1976 dan reader dalam Biologi sejak 1985 di Open University, Inggris,  mencoba menghadirkan buku ini untuk memberi informasi yang sejujurnya kepada masyarakat.
    • Globalisasi dan Monopoli Pengetahuan
      Buku ini merupakan telaah bagus mengenai TRIP’s dan kaitannya dengan keragaman hayati. TRIP’s adalah isu luar biasa yang akan berdampak besar kepada keberlanjutan bumi, kepada nasib umat manusia. Berbagai kontroversi yang ada di dalam perjanjian TRIP’s ini dikupas dengan baik, dan dengan telaah mengenai Indonesia.
    • Bertani di Kota

      Rumah di kawasan perkotaan rata-rata memiliki halaman/lahan sempit. Namun hal ini bukan menjadi alasan untuk tidak bisa bertanam sayuran atau berkebun.

    • Bioteknologi dan Lingkungan dalam Perspektif Hubungan Utara-Selatan

      Ada saatnya ketika kata “bioteknologi” tampil seperti mantra di telinga kita. Dari sudut ilmiah-akademis, bioteknologi modern membuka keluasan kemungkinan bagi manusia dan seakan menyajikan alternatif yang akan memberi solusi bagi banyak persoalan hari depan kita.

    • Bioteknologi, Imperialisme Modal & Kejahatan Globalisasi

      Perkembangan bioteknologi modern telah mencapai perkembangan yang sangat pesat, sekaligus menjadi kegiatan yang menyedot investasi sangat besar untuk penelitian dan pengembangannya.

    • Bumi Lestari Menuju Abad 21

      Buku ini dapat dijadikan literatur wajib bagi para mitra lingkungan dan setiap pegiat yang mendukung cita-cita melesta-rikan bumi kita. Bukan hanya dalam me-nyambut abad 21, tetapi juga untuk sete-rusnya. Karena buku ini menguraikan di-mensi sosial ekonomi, pelestarian dan pe-ngelolaan sumberdaya, memperkuat pe-ran kelompok utama, dan sasaran pelaksana-annya.

    • Dari Bio Imperialisme ke Bio Demokrasi

      Semakin disadari bahwa keanekaragaman merupa-kan landasan kehidupan yang bakal berkelanjutan. Kendati demikian, dunia kini menyaksikan krisis di bidang ini; dan hal yang sama berlaku juga bagi keragaman hayati. Oleh gaya hidup dan cara produksi monokultur, keragaman diganti dengan keseragaman.

    • Database Taman Nasional Indonesia

      Buku ini berisi informasi tentang jumlah, luas, potensi yang dimiliki taman nasional, serta permasalahan yang terjadi di taman nasional dan upaya pemecahannya, disertai keterangan pihak-pihak yang terlibat di dalam pengelolaan taman nasional di Indonesia.

    • Green Accounting and Sustainable Development in Indonesia

      The overarching concern of sus-tainable development has been on whether natural resources and the environment have been used in a responsible manner, and how this will affect the oveall path of present and future development.

    • Gerakan Menuju Dunia Berkelanjutan Bebas dari Rekayasa Genetik
      Perkembangan ilmiah dan perkembangan lainnya yang terjadi sejak tahun 1999 telah membuktikan kekhawatiran ilmuwan mengenai keamanan rekayasa genetik, tanaman hasil rekayasa genetik (tanaman transgenik) dan ketahanan pangan. Pada saat yang sama, keberhasilan dan manfaat berbagai teknik pertanian berkelanjutan tidak dapat dipungkiri lagi.
    • Hutan Kaya Rakyat Melarat

      Buku ini menguraikan sejarah kebijakan kehutanan negara yang dirancang untuk mengendalikan dan mengawasi penggunaan kawasan hutan, jenis pohon tertentu, tenaga kerja dan ideologi di Jawa serta tanggapan penduduk desa hutan terhadap pengendalian yang diterapkan.

  • Kertas Posisi
    • Kertas Posisi Pertama: Pertimbangan Sosio-Ekonomi Pasal 26 pada Protokol Cartagena
      Kontroversi mengenai pertimbangan Sosio-Ekonomi dimulai sejak awal pembahasan yang dilakukan dalam kelompok kerja keamanan hayati yang mendapatkan mandat dari COP 2 CBD. Dua usulan penting negara berkembang yang seharusnya dikerjakan oleh Sekertariat CBD yaitu membuat kertas kerja aspek sosio-ekonomi yang diusulkan Malaysia ditolak oleh negara maju dan sekretariat hanya menyediakan daftar pustaka tentang dampak sosio-ekonomi yang ditimbulkan oleh bioteknologi modern. Usulan Indonesia tentang liabilitas juga tidak dibahas tuntas.
    • Kertas Posisi Kedua: Sistem Paten Tidak Boleh Menjarah Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradision
      Sumberdaya genetik (SDG atau GR), sebagai sesuatu yang ada di alam, tidak seharusnya diberi perlindungan paten. Demikian pula, pengetahuan tradisional (PT atau TK)  juga tidak dapat dipatenkan. Namun keduanya perlu dilindungi dari penjarahan, dan masyarakat adat terutama perlu mendapatkan perlindungan atas PT yang mereka kembangkan.
  • Lembar Informasi
    • Kebakaran Hutan: Masalah Tradisi dan Tradisionalisme
      Kebakaran yang telah menjadi kejadian rutin di negeri kita banyak merugikan berbagai pihak dengan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Petani peladang sering dianggap salah satu pelaku kebakaran hutan. Padahal tradisi membakar semak-belukar sebagai tahap awal persiapan lahan merupakan tradisi yang turun-temurun bagi petani di luar Jawa. 
    • Kebakaran Hutan dan Lahan Yang Lestari. Perlukah Dikendalikan?
      Hingga tiga atau empat tahun lalu kebakaran hutan dan lahan masih terjadi. Biasanya pada sekitar bulan Juni atau Juli dan mengalami puncaknya pada bulan Agustus. Namun sejak dua tahun lalu, yakni pada tahun 2005 di tengah musim hujan di beberapa daerah, telah terjadi kebakaran besar di Riau. Pola tersebut terjadi pula pada tahun 2006 dan pada provinsi yang sama.
    • Hidup Berdampingan dengan El Nino
      Tahun El Niño adalah tahun kebakaran hutan dan lahan, sehingga El Niño sering menjadi kambing hitam – penyebab kebakaran hutan dan lahan.  El Niño kadang juga dianggap sebagai bencana alam, sehingga kita tidak bisa (perlu) berbuat sesuatu.  Sudah puluhan tahun manusia hidup bersama El Niño tetapi fenomena alam ini tidak diakrabi juga.  Mengapa?
    • Gambut Sumber Kehidupan: Jangan Bakar!
      Gambut dianggap sebagai ekosistem penting yang dapat memberikan sumbangan signifikan terhadap kestabilan iklim global. Karena kekhasannya, ekosistem gambut dianggap sebagai lahan marjinal dan kurang memberikan manfaat secara finansial, padahal dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian.
    • Kapan dan Di mana Wilayah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan?
      Sebagai negara kepulauan dengan keragaman kondisi geografis (ekosistem: iklim, vegetasi, tutupan lahan, keterbukaan areal, aksesibilitas dsb), demografis (karakteristik penduduk dan sosial-ekonomi), serta struktur pertanian (tehnik bertani, peternakan, kehutanan, perkebunan) yang tinggi, maka diperlukan suatu pengembangan penentuan zonasi rawan kebakaran hutan secara terpadu dengan memperhatikan faktor-faktor biofisik dan manusianya.
    • Kebakaran Hutan: Warisan Yang Perlu Dihentikan
      Kebakaran Hutan merupakan warisan bangsa sejak jaman kolonial sebagai akibat salah urus sektor kehutanan dan pembangunan. Sehingga pada 1997-1998 terjadi kebakaran terburuk dalam sejarah pengelolaan hutan dan lahan di Indonesia.
    • Sekilas tentang Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

      Pemanasan Global  adalah proses kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi. Ada petunjuk hal itu terjadi  akibat  peningkatan jumlah emisi (buangan) Gas Rumah Kaca (GRK) di udara.

  • Siaran Pers dan Kutipan Media
    • Kita Terhubung, Kita Peduli
      Jadilah Trendsetter Peduli Lingkungan

      Ikutilah Lomba Fotonovela StoS 2010
      Rebut Hadiah Total Rp 8 Juta untuk 5 pemenang


    • Repay the climate debt: A just and effective outcome for Copenhagen

      [TWN-Jenewa] We the undersigned groups, representing [  ], call on the rich industrialized world to acknowledge its historic and current responsibility for the causes and adverse effects of climate change, and to fully, effectively and immediately repay its climate debt to poor countries, communities and people.

    • Petani Pemulia Harus Difasilitasi

      Tanpa ada bantuan pemerintah, petani kreatif maupun lembaga penelitian, seperti perguruan tinggi, akan kesulitan mencapai target penelitian dalam bentuk varietas idaman. Apalagi, uji multilokasi sebagai syarat mutlak pelepasan varietas membutuhkan anggaran besar.

    • Teh Hitam Peredam Penyakit Jantung, Kanker dan Diabetes

      Penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, darah tinggi serta kanker hati sekarang masih menjadi penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Belakangan, penyakit tersebut tak hanya menyerang orang lanjut usia karena faktor degeneratif tapi usia produktif yaitu 25-45 tahun.

    • Terkait Korban Lumpur Lapindo, Komnas HAM Siapkan Rekomendasi
      Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sedang menyiapkan rekomendasi terkait korban semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Kini, hasil investigasi itu dalam analisa tim.
    • Warga Korban Lumpur Keluhkan Ganti Rugi
      Setelah sejumlah korban lumpur Lapindo mengadukan adanya ketidakadilan dalam pemberian ganti rugi, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo berjanji akan memanggil PT Minarak Lapindo Jaya. Intinya, pihaknya ingin mendapat kejelasan soal proses pemberian ganti rugi kepada warga Perumtas I tersebut.
    • Kemiskinan Penyumbang Kerusakan Dunia
      Kemiskinan yang secara masif menimpa penduduk dunia adalah penyumbang kerusakan dunia. Penyumbang kerusakan lainnya adalah kerusakan lingkungan dan pemanasan global, ancaman persenjataan nuklir, serta konflik yang disertai kekerasan.
    • "Cultuurstelsel" Baru
      Inti demokrasi adalah partisipasi dan emansipasi. Dalam ”demokrasi ekonomi” berlaku tuntutan ”partisipasi ekonomi” dan ”emansipasi ekonomi”.
    • UU Pengelolaan Sampah Belum Efektif
      Undang-Undang Pengelolaan Sampah yang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat pada Mei 2008 telah resmi berlaku pengesahannya, tetapi penerapannya belum efektif di lapangan.
    • Dua Tahun Lumpur Lapindo : Nasib Rakyat Digantung, Bakrie Makin Untung
      Sudah dua tahun semburan lumpur Lapindo membuat warga Porong menderita, dipermainkan oleh PT Lapindo Brantas  dan  pemerintahan SBY-JK. Disaat 12 desa tenggelam, puluhan ribu orang mengungsi dan tak jelas masa depannya, Abu  Rizal bakrie – sang pemilik PT Lapindo Brantas malah dinobatkan menjadi orang terkaya di Asia Tenggara.  
    • Kamis Putih untuk Korban Lapindo
      Tepat 29 Mei dua tahun lalu, sumur pengeboran banjar panji di Porong Sidoarjo milik PT Lapindo berantas  menyemburkan lumpur panas. Kawasan Porong, yang direncanakan menjadi pusat perdagangan kecil dan menengah,  akhirnya ditenggelamkan lumpur.
    • Dua Tahun Lumpur Lapindo, Mempertanyakan Political Will Pemerintah
      Tanggal 29 Mei nanti, genap dua tahun sudah bencana semburan lumpur dari lapangan gas milik Lapindo Brantas Inc di Sidoarjo, Jawa Timur, berlangsung. Hingga sekarang, semburan lumpur belum juga terhenti dan luapan lumpur yang mengancam permukiman warga juga semakin luas.
    • Siaran Pers Konphalindo Dalam Rangka Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2008
      Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Keanakaragaman hayati yang dimiliki Indonesia merupakan anugrah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang wajib disyukuri, dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk sepenuhnya kesejahteraan rakyat dan didukung dengan upaya pelestarian yang efektif dan efisien untuk generasi mendatang.
    • Perambah Dikeluarkan dari TNBBS
      Bandar Lampung, Kompas - Kawasan perambahan di hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan diperkirakan sudah mencapai puluhan ribu hektar. Oleh karena itu, pengelola taman nasional berencana mengeluarkan perambah dan menutup desa-desa di kawasan taman nasional.
    • RAPP dan Siak Raya Terlibat Pembalakan Liar
      Polisi menduga PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Siak Raya Timber terlibat kasus pembalakan liar di Kabupaten Kampar, Riau.
    • Pembagian Manfaat Menjadi Isu Penting, Sumber Daya Hayati Dipatenkan
      Jaminan akses pembagian manfaat dan keuntungan atas penggunaan sumber daya genetik akan menjadi perhatian delegasi Indonesia dalam Pertemuan Para Pihak Ke-9 Konvensi Keanekaragaman Hayati di Bonn, Jerman, 19-30 Mei 2008.
    • Berjuang Memperkenalkan Makanan Organik
      WAJAH Sri Widyastuti, 40, tampak mulai letih. Namun ia tetap setia melayani para pengunjung stannya. Ia berapi-api menjelaskan tentang produk yang dipamerkan. Sesekali ia merogoh pecahan ribuan di tasnya untuk mengembalikan uang hasil transaksi dengan konsumen.
    • Masyarakat Bali Serukan Hening pada Maret 2008
      Kolaborasi Non Government Organization (NGO) Bali untuk Perubahan Iklim mengimbau agar masyarakat Bali bersedia untuk mematikan listrik selama empat jam pada Jumat, 21 Maret 2008 mendatang. Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi dampak pemanasan global (global warming), ancaman terbesar di dunia saat ini. Gerakan ini isebut sebagai World Silent Day.
    • Revisi PP 2/2008 Kolaboratif
      Di tengah desakan pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2008 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan Kehutanan, muncul usulan adanya revisi kolaboratif.
    • Walhi Serahkan Uang Donasi Untuk Sewa Hutan Indonesia
      Kompas, Direktur Eksekutif Nasional WALHI bersama dengan beberapa tokoh Republik Mimpi menyerahkan uang sejumlah Rp1.614.000 hasil donasi kepada Departmen Keuangan Republik Indonesia.
  • CBNRM: Managemen SDA Berbasis Masyarakat

 

Disclaimer | Term Of Services

Copyright © 2007 KONPHALINDO™ All Rights Reserved
Designed by Internet Media Solutions