Halaman Depan Halaman Tentang Kami Link-link website Forum Diskusi Online Halaman Kontak Kami
:: INFORMASI ::
BeritaKabar Daerah
Informasi/Data
Media & PublikasiOpini & ArtikelDatabase
:: Mailing List ::
Bergabung dengan mailing list Berita Bumi


:: NewsLeter ::
Berlangganan newsletter Berita Bumi


:: Links ::

 Cari
Berita » Pertanian Organik
 
Soil Association: Pertanian Organik Serap Karbon

Ani Purwati - 03 Feb 2010

Penelitian terbaru dari Soil Association di Inggris menunjukkan pentingnya pertanian organik untuk penyerapan karbon sehingga bermanfaat dalam mitigasi emisi gas rumah kaca pertanian. Dalam laporan November 2009 lalu, penelitian mengkaji 39 studi pertanian organik pembanding.

Hasil penelitian menemukan adopsi praktik pertanian organik secara luas di Inggris dapat mengurangi 23% emisi pertanian Inggris melalui penyerapan karbon tanah saja, peralihan menuju pertanian organik di seluruh dunia dapat mengurangi 11% emisi gas rumah kaca global. Meningkatnya karbon tanah juga akan membuat pertanian di seluruh dunia lebih tahan terhadap iklim ekstrim seperti kekeringan dan banjir, yang menyebabkan keamanan pangan lebih besar.

Rata-rata pertanian organik juga menghasilkan 28% lebih tinggi karbon tanah dibandingkan pertanian non-organik di Eropa Utara, dan 20% lebih tinggi untuk studi di seluruh negara (di Eropa, Amerika Utara dan Australia). Di Inggris, padang rumput dan sistem pertanian campuran juga memiliki peran penting, dan karbon tanah juga bisa mengimbangi penyerapan emisi metana dari ternak yang diberi makan rumput dan domba.

Fakta menunjukkan bahwa aksi untuk meningkatkan kadar karbon tanah - melalui perluasan adopsi praktik-praktik pertanian organik, sistem pertanian campuran dengan padang rumput, dapat berkontribusi signifikan dan cepat untuk mitigasi gas rumah kaca.

Sebagai contoh, Rodale Institute di Amerika Serikat telah melakukan perbandingan sistem pertanian organik dan konvensional. Studi sistem organik mereka telah menunjukkan peningkatan hampir 30 persen dalam karbon tanah lebih dari 27 tahun. Sistem berbasis minyak bumi tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam karbon tanah dalam periode waktu yang sama dan beberapa studi telah menunjukkan bahwa sistem ini, pada kenyataannya justru kehilangan karbon.

Peningkatan karbon tanah juga dapat berkontribusi pada adaptasi iklim, dengan memperbaiki struktur dan kualitas tanah, sehingga mengurangi dampak banjir, kekeringan, kekurangan air dan penggurunan.

Laporan Selengkapnya: http://www.soilassociation.org/Whyorganic/Climatefriendlyfoodandfarming/Soilcarbon/tabid/574/Default.aspx

Sumber: http://www.twnside.org.sg/

Informasi Terkait: 

http://www.beritabumi.or.id/?g=liatinfo&infoID=ID0035&ikey=3

http://www.beritabumi.or.id/?g=liatinfo&infoID=ID0036&ikey=3


Komentar Anda
Tidak ada komentar hari ini

Posting Komentar Anda
Nama Lengkap :
Alamat Email :
Komentar :

 

Disclaimer | Term Of Services

Copyright © 2007 KONPHALINDO™ All Rights Reserved
Designed by Internet Media Solutions